• Terima Kasih Telah Berkunjung Tips Droid, Semoga Artikel Pada Tips Droid Bermanfaat Untuk Optimalisasi Android Anda. Klik Tombol Share dan +1 Jika Anda Merasa Artikel Kami Bermanfaat Bagi Anda.

Mengganti Baterai Android (Replacement Battery)

Posted on Selasa, 11 September 2012 - 21.17 with No comments

Ada berbagai alasan yang menyebabkan kita harus mengganti baterai pada perangkat android kita. Setelah pada artikel tips droid yang sebelumnya telah dibahas agar baterai android kita berumur panjang yang dapat anda baca di sini, namun jika terpaksa mengganti, maka pada artikel ini saya hendak berbagi kepada Anda, Tips mengganti baterai android.

Macam baterai yang tersedia kian beraneka ragam disediakan untuk mengganti baterai pada perangkat android anda, namun anda perlu berhati-hati dalam melakukan penggantian, karena baterai merupakan sumber daya pokok yang menyebabkan perangkat anda menyala. Lalu apa saja yang perlu kita perhatikan dalam melakukan penggantian? Mari kita berbagi tentang replacement battery pada android device.

Sebelum membahas lebih jauh tentang tips mengganti baterai, ada baiknya jika anda mengetahui bagaimana cara kerja baterai pada handphone

Prinsip kerja baterai
Prinsip Kerja baterai tersebut memanfaatkan reduksi dan oksidasi untuk menghasilkan listrik pada kedua elektrodanya. Di antara ketiga jenis baterai tersebut, baterai litium-ion yang sering digunakan sebagai baterai default perangkat android, merupakan jenis baterai yang menghasilkan voltase tertinggi, yaitu sekitar 2x lipat dari baterai nickel-metal hydride. Litium-ion menggunakan komposit yang berstruktur layer, di mana Litium Cobalt Oxide (LiCoO2) sebagai katodanya dan material karbon (sisipkan di antara lapisan karbon) sebagai anoda. Struktur yang terdapat pada baterai lithium-ion bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini:
Baterai litium ion terdiri dari anoda, elektrolit, separator, dan katoda. Pada umumnya, katoda dan anoda terdiri dari dua bagian, yaitu material aktif sebagai tempat masuk dan keluarnya ion litium dan pengumpul elektron sebagai collector current. Proses dihasilkannya listrik pada baterai litium-ion adalah sebagai berikut :
Ketika anoda dan katoda terhubung, maka elektron akan mengalir dari anoda menuju katoda, listrik pun akan mulai mengalir. Di bagian dalam baterai terjadi sebuah proses pelepasan ion litium pada anoda, kemudian ion tersebut akan berpindah menuju katoda melalui elektrolit. Di bagian katoda bilangan oksidasi kobalt akan berubah dari 4 menjadi 3, hal ini dikarenakan adanya elektron dan ion litium yang masuk dari anoda. Untuk proses pengisisan ulang baterai, berbanding terbalik dari proses ini.
Dari sekian banyak jenis logam litium yang sangat menjanjikan bagi anoda, hal ini disebabkan karena litium memiliki nilai standar standar paling negatif (-3.0 V) dengan berat atom paling ringan yaitu sekitar 6.94 gram. Sehingga apabila dipakai oleh anoda, akan menghasilkan kapasitas energi yang cukup tinggi. Di bawah ini adalah cara menghitung nilai teori dari kepadatan energi dari baterai litium ion. Jika logam litium digunakan pada anoda, maka 1 kg logam litium bisa menghasilkan kapasitas energi per 1 kg massa sebesar (Coulumb/second = Ampere) :
Jika dikalikan dengan potensial standar litium 3 V, maka akan menjadi 11583 W h/kg (W=Watt, h=hours). Sedangkan apabila menggunakan senyawa karbon sebagai anoda, setiap satu unit grafit atau 6 atom karbon akan dianggap mampu menampung 1 atom litium, sehingga setiap 1 kg anoda memiliki kepadatan energi 339 A h/kg secara teorinya. Begitu juga dengan katoda, kapasitas energi katoda bisa dihitung dengan cara seperti anoda. LiCoO2 secara teori memiliki kepadatan energi sebesar 137 Ah/kg, dengan mengetahui berat molekul dan banyaknya elektron yang masuk dari setiap molekul pada material elektroda, maka nilai teori dari kepadatan energi bisa mulai dihitung.

Bagaimana jika anda kurang berhati-hati dalam memilih baterai?
Sewaktu baterai kita charge, ion lithium mengalir dari katoda (kutub positif) ke anoda (kutub negatif). Sebaliknya, ion lithium mengalir dari anoda ke katoda ketika baterai bekerja.

Elektrolit, anoda, dan katoda dikemas dalam sebuah kontainer bertekanan. Selapis separator memisahkan anoda dan katoda agar keduanya tidak saling bersinggungan. Separator itu terbuat dari plastik super tipis dengan lubang-lubang mikro yang hanya cukup dilewati ion lithium. Nah, masalahnya bermula ketika baterai diproduksi di pabrik, baterai yang jelek biasa kurang dibidang Quality Control, ada kotoran berupa butir-butir logam yang masuk ke larutan elektrolit. Tidak banyak memang, tetapi bisa menyebabkan malapetaka. Cerita lengkapnya begini.

Pada saat charging, suhu baterai bertambah. Butiran logam akan berlarian kesana kesini, mirip dengan butiran beras dalam air yang diaduk. Jika berada di dekat separator, butir-butir logam itu bisa merobek separator. Alhasil, terjadilah hubungan pendek alias korsleting antara anoda dan katoda. Peristiwa selanjutnya mudah ditebak.

Korsleting membuat arus listrik mengalir sangat cepat. Suhu dan tekanan di dalam baterai akan meningkat drastis. Ledakan pun tak terhindarkan. Korsleting juga sanggup memercikkan bunga api layaknya pemantik. Kontan saja garam lithium yang memang mudah terbakar itu menyala hebat. Bayangkan saja, energi yang bisa membuat ponsel menyala berhari-hari itu lepas dalam sekejap.

Baterai lithium ion sekarang mesti bekerja lebih berat. Kapasitasnya dituntut makin besar, tapi ukurannya tidak boleh menggembung. Mau tak mau, pabrik baterai memakai separator yang lebih tipis dan lebih mudah bocor. 
Beberapa pabrik baterai non-standar nekad menghilangkan pemutus arus demi menekan harga. Tanpa alat kecil itu, baterai tetap teraliri arus meski sudah terisi penuh. Terjadilah apa yang disebut overheat atau panas berlebih. Jika sudah begitu, baterai pun berpotensi meledak tiba-tiba. Booom. 

Tips yang perlu diperhatikan dalam memilih baterai original dan palsu
Beberapa jenis baterai tersedia dengan beraneka ragam merk, namun anda perlu ketahui apakah baterai tersebut palsu atau asli dan amankah baterai tersebut, berikut tips mengetahuinya:
1. Ketahui harga produk
Biasanya harga baterai palsu jauh lebih murah dari harga baterai asli, tapi jangan terkecoh juga dengan harga baterai yang dijual mahal, karena demi meyakinkan pembeli, kadang pedagang menjual baterai palsu dengan harga yang tak berbeda jauh dengan harga baterai original. Kasus ini sering dijumpai pada baterai Android. Pedagangan umumnya menyebutnya dengan istilah baterai OC (original Cina) atau KW.

2. Perhatikan teks pada label
Kenali baterai palsu dari kemasannya yang ada pada label belakang pack baterai. Pada baterai  palsu hasil cetakan label tidak bagus dan agak buram. Cobalah usap permukaan label dengan jari tangan, jika mudah hilang teksnya dipastikan baterai itu palsu, bukan dari pabrik resminya.

3. Teliti stempel pada pack baterei original
Kebanyakan baterai memang dibuat di Cina, termasuk yang original. Jadi tidak berlebihan jika banyak pedagang menambahkan stempel made in Cina atau kw (kualitas)-1 didalam pack baterainya. Hal ini harus ditanyakan kepada pedagang, apakah disertakan bersama produknya atau dicetak kemudian. Beberapa produk kw-1 sebenarnya bagus juga tapi banyak pedagang telah mencampurnya dengan produk kw-2 , 3 dan seterusnya.

Pedagang sering memisahkan baterai original pada paket penjualan, untuk ditukar dengan baterai OC, sebaliknya baterai original justru di packing untuk dijual terpisah dengan harga lebih mahal.

4. Lihat hologram pada pada baterei 
Untuk menempelkan hologram pada baterei palsu ini bukanlah hal yang sulit. Pedagang ponsel bisa mendapatkan dari penjual khusus hologram. Bentuk dan ukuran mirip dengan yang asli.

Tips yang perlu diperhatikan ketika meningkatkan kapasitas baterai
Beberapa pengguna android menginginkan agar tidak terlalu sering mengisi ulang baterai, dikarenakan android memang cukup boros, selain melakukan tips yang telah saja tulis pada artikel sebelumnya, beberapa pengguna memilih untuk meningkatkan kapasitas baterai, namun yang perlu anda ingat dalam memilih baterai yang kapasitas lebih besar adalah:

1. Pilihlah baterai yang mempunyai voltase sama
Perlu diingat yang anda naikkan adalah kapasitas baterai (mAH) bukan voltase (v), pilihlah baterai yang voltasenya sama dengan baterai original anda, jika anda memaksakan menggunakan baterai dengan voltase yang berbeda, saya menjamin android anda akan cepat rusak
Untuk menghitung voltase dapat menggunakan multimeter, caranya dapat anda baca di sini

2. Pilihlah baterai yang mempunyai IC protektor
Biasanya baterai yang memiliki IC protection, harga lebih mahal, tapi aman dipakai, dan semua baterai original selalu ada IC protection. Karena cel baterai Li-Ion yang dipakai di handphone mempunyai tahanan dalam yang rendah sehingga berbahaya sekali jika sampai terhubung singkat atau kosleting karena dapat terbakar!


3. Belilah pada toko yang terpercaya
Pada umumnya toko yang terpercaya lebih jujur dalam menjual produknya dikarenakan mereka mengutamakan dalam menjaga nama baik toko, tanyakan tentang produk yang anda beli tersebut dari sisi keunggulan dan kekurangannya dan apakah cocok untuk perangkat android anda.

4. Setelah membeli, lakukan pengisian baterai dengan benar:
>>Gunakan hanya charger yang sesuai dan diijinkan untuk type handphone tersebut.

>>Baterai baru akan terisi secara optimal setelah 2 hingga 3 kali pengisian dan pengosongan. Maksudnya, isi baterai baru tersebut sampai penuh dan gunakan sampai habis baru diisi kembali, sampai 2 atau 3 kali siklus, baru baterai tersebut akan mencapai titip optimalnya untuk menampung daya listrik.

>>Segera cabut charger dari handphone setelah baterai penuh. Membiarkan charger tetap menancap dengan arus yang terus mengalir akan memperpendek umur baterai!. Dan inilah yang terjadi ketika Anda mengisi baterai HP baru selama 8 jam seperti yang dianjurkan oleh penjual handphone itu! Maksud hati supaya baterai terisi benar-benar penuh tetapi malah memperpendek umur baterai! Perhatikan landasan teori dari kinerja baterai. (perhatikan point 2, jangan termakan oleh adanya kebohongan publik)

>>Ketika pengisian, usahakan tidak menggunakan handphone tersebut. Biarkan diam di tempat! Menggunakan handphone saat sedang diisi akan mengakibatkan lamanya waktu pengisian dan bisa memperpendek umur baterai!

>>Handphone boleh diisi dalam keadaan on atau off, namun perhatikan juga life cycle battery yang pernah saya tulis pada artikel sebelumnya yang dapat anda temukan di sini.

>>Jauhkan dari jangkauan anak dan hal-hal yang berbahaya ketika anda melakukan pengisian ulang (contoh: android di charge di atas microwave atau dekat kompor)

Jika Anda menemukan bukti yang bisa membantah informasi dalam tulisan ini, silakan hubungi saya. Selama bukti tersebut valid, saya bersedia meralat. Demi kebaikan bersama!
Judul Mengganti Baterai Android (Replacement Battery)
Deskripsi Ada berbagai alasan yang menyebabkan kita harus mengganti baterai pada perangkat android kita. Se...
Author
Rating
4.5/ 5 Point
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate

 
Support : @DroidIndonesia | M.A.C | Tips Droid
Copyright © 2013. Tips Droid - info | tutorial | tips dan trik | android - All Rights Reserved
Published by Tips Droid
Proudly powered by Blogger